Hukum Bacaan Nun Mati / Tanwin dan Mim Mati

♫        Bacaan Nun Mati / Tanwin adalah cara melafalkan atau membaca nun mati atau tanwin yang diikuti huruf hijaiyah dalam satu kata atau kalimat.

 

Macam-macam Bacaan Nun Mati / Tanwin

♫        Izhar

Menurut bahasa artinya terang / jelas.

Menurut ilmu tajwid adalah bacaan nun mati / tanwin bertemu dengan salah satu huruf izhar,yaitu            : ١, ح, خ, ع, غ, ه

Jika nun mati / tanwin bertemu dengan salah satu huruf tersebut,bunyi nun

mati atau tanwin nya dibaca jelas / terang

♫        Ikhfa

Secara bahasa berartu samar atau bersembunyi

Menurut ilmu tajwid =  bacaan nun mati / tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa , yaitu : ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ص, ض, ط, ظ, ف, ق, ك

♫        Iqlab

Iqlab berarti berubahnya nun mati / tanwin menjadi suara huruf mim , yang disebab kan adanya huruf ba (ب) setelah nun mati / tanwin.

♫        Idgham Bigunnah

Secara bahasa berarti ,idgham berarti memasukkan , sedangkan bigunnah berarti dengung.

Adapun menurut ilmu tajwid , idgham bigunnah adalah memasukkan bunyi nun mati / tanwin ke dalam salah satu huruf idgham bigunnah , yaitu :

ي, ن, م, و

♫        Idgham bilagunnah

Idgham bilagunnah berarti memasukkan bunyi tanwin / nun mati ke dalam salah satu huruf sesudahnya , yaitu ل, dan ر

♫        Iqlab

Iqlab artinya berubah nya suara nun mati/tanwin menjadi suara hufur mim (م ) yang disebabkan adanya hufur ba’ setelah nun mati / tanwin tersebut

Berubahnya bunyi bacaan nun mati atau tanwin yang disebabkan berhadapan dengan huruf ba’ tersebut disertai dengan berdengung/samar-samar.

 

 

Hukum Bacaan Mim Mati

Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu: ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

♫        Ikhfa Syafawi (إخفاء سفوى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

♫        Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

♫        Izhar Syafawi (إظهار سفوى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.

Arti Definisi dan Pengertian Malaikat Allah SWT

♫        Malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta ketentuan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang artinya kekuatan.

♫        Dalam ajaran agama islam terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari banyak malaikat yang ada di dunia dan akherat yang tidak kita ketahui yaitu antara lain :

©       Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.

©       Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.

©       Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.

©       Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.

©       Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.

©       Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.

©       Malaikat Raqib / Rokib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.

©       Malaikat Atid / Atit yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.

©       Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.

©       Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga..

♫        Sifat-Sifat Dasar Malaikat Allah SWT

©       Pasti selalu patuh pada segala perintah Allah dan selalu tidak melaksanakan apa yang dilarang Allah SWT.

©        Tidak sombong, tidak memiliki nafsu dan selalu bertasbih.

©       Dapat berubah wujud dan menjelma menjadi yang dia kehendaki.

©       Memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman.

©       Ikut bahagia ketika seseorang mendapatkan Lailatul Qadar.

♫        Iman Kepada Malaikat Allah adalah yakin dan membenarkan bahwa Malaikat itu ada, diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya / nur.

♫        Fungsi iman kepada Malaikat Allah

©       Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat.

©       Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar.

©       Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti / meniru sifat dan perbuatan malaikat.

©       Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

♫        Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis

Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.

Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.

Perilaku Terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti)

1. Kerja keras, yaitu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan berserah diri (tawakkal) kepada Allah SWT baik untuk kepentingan dunia dan akhirat.

Hikmah bekerja keras tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mengemangkan potensi diri, baik berupa bakat, minat, pengetahuan, maupun keterampilan. 2. Membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin. 3. Mengangkat harkat martabat dirinya baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat. 4. Meningkatkan taraf hidup orang banyak serta meningkatkan kesejahteraan. 5. Kebutuhan hidup diri dan keluarga terpenuhi. 6. Mampu hidup layak. 7. Sukses meraih cita-cita 8. Mendapat pahala dari Allah, karena bekerja keras karena Allah merupakan bagian dari ibadah

2. Tekun dan Ulet, melakukan semua pekerjaan dengan rajin, teliti, sabar, hati-hati, dan sungguh-sungguh. Dalam belajar dan menuntut ilmupun kita harus giat dan rajin menekuni apa yang sedang dipelajari. Dengan rajin belajar, dan tekun, kita dapat meraih kesejahteraan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Allah akan merubah keadaan seseorang apabila ia juga berusaha dengan sungguh-sungguh.

Hikmah tekun adalah sebagai berikut: 1. Menghasilkan apa yang diusahakan 2. Selalu berusaha agar berhasil 3. Melatih diri untuk siap menghadapi berbagai rintangan dan cobaan dalam kehidupan ini. 4. Membentuk pribadi yang dinamis dan kreatif dalam berkarya. 5. Bersyukur jika usahanya berhasil 6. Memperoleh pahala karena bersikap tekun itu melaksanakan ajaran Islam.

Hikmah ulet adalah: 1. memperoleh kesuksesan atas apa yang ia usahakan 2. optimis dalam bekerja 3. menumbuhkan semangat untuk selalu berusaha 4. tidak putus asa meskipun usahanya belum berhasil 5. mendapat pahala karena bersikap ulet melaksanakan ajaran Islam

 

3. Teliti, cermat dalam setiap melakukan sikap dan perbuatan serta setiap pekerjaan, tidak terburu-buru, namun perlu perhitungan dan pengkajian baik-buruknya.

Hikmah sikap teliti adalah sebagai berikut: 1. bekerja penuh dengan keyakinan 2. memperoleh hasil yang memuaskan 3. menghindari kesalahan dan kekeliriun dalam melakukan pekerjaan 4. hasil usaha dapat dipertanggungjawabkan secara profesional 5. memudahkan untuk memperoleh kesuksesan 6. terhindar dari penyeselan akibat dari kegagalan yang disebabkan ketergesa2an.

Pengertian Shalat Jum’at, Hukum, Syarat, Ketentuan, Hikmah Dan Sunah Solat Jumat

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

Sholat Jum’at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum’at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

B. Hukum Sholat Jum’at

Shalah Jum’at memiliki hukum wajib ‘ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.

C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat

1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum’at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum’at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum’at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.

D. Ketentuan Shalat Jumat

Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.

E. Hikmah Solat Jum’at

1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.

F. Sunat-Sunat Shalat Jumat

1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.

Shalat Jama’ dan Qashar

Adalah suatu keringanan (rukhshoh) dari Allah bagi para musafir (orang yang dalam perjalanan) yaitu mereka dapat melaksanakan shalat jama’ dan qashar.

 

1. Shalat Jama’

a. Pengertian Shalat Jama’ dan Dasar Hukumnya

Sholat Jama’ artinya menggabungkan 2 salat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu.

b. Macam-macam shalat Jama’

Shalat yang bias dijama’ adalah Salat Zhuhur dengan Ashar, dan salat Maghrib dengan Isya. Adapun shalat jama’ dibagi kedalam 2 macam, yaitu:

· Jama’ taqdim, yaitu melaksanakan 2 salat fardhu dalam 1 waktu dan dilakukan pada waktu salat pertama. Contoh: Salat Zhuhur dan Ashar dijama’, dan dikerjakan pada waktu Zhuhur.

· Jama’ takhir, yaitu salat jama’ yang dilakukan pada waktu salat yang kedua. Contoh: Salat Maghrib dan Isya dijama’, dan dikerjakan pada waktu Isya

c. Kaifiyyat/tatacara Shalat Jama’

Mendirikan salat yang pertama terlebih dahulu (misalnya: Zhuhur/Maghrib) sebanyak 4 atau 3 raka’at, kemudian melaksanakan salat yang kedua (Ashar/Isya) sebanyak 4 raka’at

2. Shalat Qashar

a. Pengertian Shalat Qashar dan Dasar Hukumnya

Shalat Qashar adalah memendekkan/meringkas pelaksanaan salat fardhu yang semestinya 4 raka’at menjadi 2 raka’at. Adapun dalil naqlinya, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa mengqasar salatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (QS. An-Nisa: 101)

 

b. Syarat-syaratnya:

· Musafir (tetapi bukan perjalanan untuk berbuat maksiat.

· Jarak yang akan ditempuh ± 90 km.

· Berniat mengqasar salat pada saat takbiratul ihram

· Tidak berimam kepada orang yang salat dengan sempurna

· Dilakukan sesudah melewati batas kota/desa asal

c. Kaifiyyat/tata cara shalat Qashar

Dilakukan dengan cara salat Zhuhur, Ashar, atau Isya diringkas/dikerjakan sebanyak 2 raka’at. Sedangkan salat Maghrib tidak bisa diqasar, jadi tetap 3 raka’at.

Sedangkan yang dimaksud dengan shalat Jama’ Qashar adalah menggabungkan (menjama’) 2 salat fardhu dalam satu waktu sekaligus meringkas (mengqasar) raka’atnya yang semula 4 raka’at menjadi 2 raka’at

Misi Perjuangan Nabi Muhammad SAW di Mekah

 

♫        Misi Kerasulan Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlak , membangun manusia mulia dan bermanfaat :

©       Inti ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah “mengesakan Allah” dan meyakini segala sesuatu yang datang nya dari Nya,sesuai dengan enam rukun iman

♫        Misi Kerasulan Muhammad saw sebagai rahmat bagi alam semesta , pembawa kedamaian , kesejahteraan , dan kemajuan masyarakat   :

©       Kesejahteraan yang diperoleh orang mukmin meliputi kesejahteraan didunia dan akhirat , sedangkan kesejahteraan bagi orang kafir hanya meliputi kesejahteraan di dunia saja.

©       Islam adalah agama yang mencakup segala segi kehidupan manusia , baik kehidupan di dunia maupun di akhirat.

♫        Beberapa stretegi Nabi Muhammad untuk melakukan dakwah nya terhadao kaum jahiliah           :

©       Dengan cara bersembunyi-bunyi

©       Disampaikan dengan penuh hati-hati , sabar , dan menggunakan bahasa yang halus dan lemah lembut serta mudah dipahami

©       Dimulai dari sanak keluarga dan sahabat dekat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi , termasuk di salah satu rumah sahabat yang bernama Al-Arqam bin Abil Arqam Al Makhzumi,

♫        Dakwah yang disampaikan  Nabi Muhammad saw adalah hal-hal yang berkaitan dengan keimanan akhlak dan segala sesuatu yang berkaitan dengan harkat dan martabat manusia

♫        Kehidupan masyarakat pada awal kedatangan islam adalah :

©       Masyarakat pada masa itu masih buta terhadap kebenaran dan ketauhidan

©       Pada masa awal kedatangan islam banyak ditentang tokoh-tokoh kaum quraisy

©       Umat islam harus mengambil teladan cara-cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw